Langsung ke konten utama

SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORatorium IPA

Semakin pesatnya perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi pada akhir 1970-an membawa dampak yang sangat besar terhadap tatanan hidup manusia. Perubahan yang sangat cepat tersebut membawa dampak di segala bidang dan di segala tatanan hidup manusia dan mengakibatkan interaksi antar manusia tak mengenal batas karenan begitu pesatnya perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut akhirnya menimbulkan persaingan yang sangat ketat di pasar dalam negeri maupun pasar internasional.
Meningkatnya persaingan ini akhirnya membawa pengaruh terhadap penetapan standard mutu bagi barang dan jasa. Salah satunya  standard mutu  laboratorium (ISO 17025:2005). Tuntutan informasi teknis dari setiap produk yang  akan diperdagangkan menuntut sebuah laboratorium yang melakukan pengujian agar untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah dan valid.
Audit dan sertifikasi ISO 17025:2005 pada dasarnya sama dengan ISO 9001:2000 tetapi pada  ISO 9001:2000 tidak mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil  uji atau kalibrasi yang absah  dan dapat dipercaya. Untuk meyakinkan bahwa  laboratorium tersebut mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan handal, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium (ISO 17025:2005). Fokus dari sistem ini adalah dengan memperhatikan persyaratan  kemampuan laboratorium dalam  OECD (Organization for Economic Cooperation Development) dan GLP (Good Laboratorium Practice) serta ISO 9001:2000 sebagai jaminan mutunya.
Faktor teknis yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman
2. Kalibrasi dan perawatan peralatan laboratorium yang tepat
3. Sistem jaminan mutu yang sesuai
4. Teknik pengambilan contoh uji dan metode pengujian yang telah divalidasi
5. Mampu telusur pengukuran dan system kalibrasi ke standard nasional / internasional
6. Sistem dokumentasi dan pelaporan data hasil pengujian
7. Sarana dan lingkungan kerja pengujian

Keuntungan dari penerapan sistem manajemen mutu ISO 17025:2005 adalah : 
1. Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan pada laboratorium kalibrasi dan laboratorium pengujian melalui penerapan persyaratan yang berlaku
2. Memudahkan penghapusan hambatan non-pajak perdagangan melalui penerimaan hasil kalibrasi dan hasil uji antar negara
3. Memudahkan kerjasama antar laboratorium dan antar instansi dalam tukar menukar informasi, pengalaman dan harmonisasi standard dan prosedurnya
Laboratorium IPA di sekolah merupakan salah satu wahana belajar bagi siswa. Untuk menghasilkan proses belajar yang berkualitas, laboratorium perlu dilengkapi dengan sarana prasara yang menunjang paling tidak sesuai dengan standar sarana laboratorium. Untuk itu, fungsi laboratorium IPA sebagai wadah untuk melakukan praktik atau penerapan atas teori, penelitian, dan pengembangan keilmuan IPA, dan untuk mutunya pun harus memiliki standar tersendiri.

Pengertian Mutu laboratorium IPA
Kualitas/mutu dapat didefinisikan sebagai suatu ketelitian, kehandalan, dan ketepatan waktu dalam melaporkan hasil tesHasil tes laboratorium harus seakurat mungkin, semua aspek yang menyangkut pengoperasian laboratorium harus diakui, dan pelaporannya harus tepat waktu karena banyak digunakan dalam lingkungan kesehatan publik dan klinis
Sistem manajemen mutu dapat didefinisikan sebagai "kegiatan yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dengan memperhatikan mutu". Definisi ini digunakan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) dan oleh Klinis dan Institut Standar Laboratorium (CLSI). Kedua kelompok ini diakui secara Internasional oleh organisasi standar laboratorium
Model mutu di sini digunakan untuk mengatur semua kegiatan laboratorium menjadi 12 sistem mutu yang penting. Sistem mutu yang penting ini adalah seperangkat dari kegiatan yang dikordinasikan yang berfungsi seperti balok bangunan untuk manajemen mutu. Masing-masing harus diatasi jika peningkatan kualitas laboratorium secara keseluruhan yang ingin dicapai. Model sistem manajemen dikembangkan oleh CLSI, dan sepenuhnya sesuai dengan standar ISO
ISO 9000 mendefenisikan manajemen mutu sebagai “ kegiatan yang terkoordinasi atau teratur untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu “. Hal ini erat kaitannya dengan defenisi dari system struktur organisasi, sumber daya yang berkualitas, proses dan prosedur yang diperlukan untuk menerapkan manajemen mutu. Konsep manajemen mutu yang diguanakan pada saat ini pertama kali muncul pada awal abad ke-20 dan merupakan hasil dari proses manufaktur dan toko
IPA sedikitnya mencakup empat kegiatan utama, yakni (1) melaksanakan eksperimen, (2) kerja laboratorium, (3) praktikum, dan (4) pelaksanaan didaktik pendidikan IPA. Eksperimen dilakukan di laboratorium guna menemukan bukti empirik untuk menguji dan memverifikasi hipotesis, melalui kegiatan pengukuran dan pengamatan. Kerja laboratorium merupakan aktifitas dengan menggunakan fasilitas laboratorium untuk melakukan kegiatan berkesinambungan, melakukan kendali mutu, uji-coba, ekshibisi (pameran) proses IPA, dan kegiatan lain yang sejenis. Praktikum di sekolah umumnya bersifat verifikatif sebagai kegiatan belajar bagi siswa dengan mengikuti langkah-langkah atau penuntut praktikum yang telah disusun guru. Praktikum di sekolah dikembangkan lebih pada kegiatan inkuiri dan berkaitan erat dengan pelaksanaan didaktik pendidikan IPA.
Di samping itu, laboratorium IPA hendaknya memiliki fasilitas keamanan standar, seperti alat pemadam kebakaran (handfire), blower, tempat sampah (organik dan anorganik), ruang asam (fume hood), shower. Lebih baik apabila terdapat detektor asap (smoke detector), detektor api (heat detector), dan keran pencuci mata (eye wash). Selain itu, perlu tersedianya peralatan P3K sebagai antisipasi pertolongan pertama pada kecelakaan
Peralatan dan bahan di laboratorium IPA harus memenuhi standar minimal sarana laboratorium IPA. Selain peralatan dan bahan yang karakteristik untuk setiap laboratorium IPA, sarana kelengkapan umum yang harus tersedia di laboratorium adalah meja dan kursi siswa, meja dan kursi guru, meja demonstrasi, wastafel, lemari alat dan bahan, papan tulis, serta peralatan spesifik (seperti jam dinding, termometer dinding, barometer dinding, komputer, jaringan internet, telpon, layar, dan proyektor). Selain itu peralatan yang penting ada pada laboratorium adalah peralatan perlindungan diri (APD). Secara umum APD yang harus ada pada laboratorium IPA, diantaranya sarung tangan, google, masker, dan jaslab.
Personil laboratorium IPA harus memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan. Selain kepala laboratorium yang bertanggungjawab terhadap semua kegiatan di laboratorium, personil di laboratorium, antara lain koordinator praktikum, guru praktikum, teknisi, dan laboran. Koordinator praktikum bertugas untuk mengkoordinasi kegiatan praktikum di laboratorium. Guru praktikum merupakan ujung tombak kegiatan praktikum di laboratorium, sedangkan teknisi dan laboran berperan sebagai layanan sebelum, selama, dan sesudah praktikum. Di laboratorium IPA sekolah yang bertanggungjawab terhadap kebersihan dan keamanan laboratorium selama bekerja di laboratorium adalah semua warga laboratorium. Dengan demikian, semua personil termasuk guru praktikum, laboran, dan siswa memiliki kewajiban dalam memelihara kebersihan dan keamanan laboratorium.
Sekecil apapun unit kerja, haruslah memiliki struktur organisasi yang jelas agar dengan mudah mengarahkan pekerjaan. Berdasarkan hirarki tanggung jawab, struktur organisasi laboratorium IPA sekolah dapat dikembangkan dalam tiga tingkatan, yakni tingkat puncak, menengah, dan garis depan. Manajemen puncak bertanggung jawab atas perencanaan, penerapan, monitoring, dan evaluasi sistem menajemen mutu yang efektif. Manajemen tingkat menengah umumnya mencakup unit fungsional, bertanggung jawab pada operasional atau teknis kegiatan laboratorium, fungsi pengawasan mutu, dan fungsi administratif. Manajemen garis depan adalah personil yang berhubungan langsung dengan pengguna laboratorium (siswa) yang meliputi guru praktikum, teknisi, dan laboran.

Sistem manajemen mutu untuk semua proses
Kompleksitas dari sistem laboratorium mensyaratkan bahwa banyak faktor yang harus diterapkan untuk menjamin mutu di laboratorium. Beberapa faktor tersebut antara lain :
·         lingkungan laboratorium
·         prosedur pengendalian mutu
·         komunikasi
·         pencatatan
·         kecakapan dan staf yang berpengalaman
·         alat dan bahan yang berkualitas.

Sekilas tentang model sistem manajemen mutu
Ketika semua prosedur laboratorium dan proses tersebut akan disusun dalam struktur yang dapat dimengerti dan diterapkan, kesempatan untuk memastikan bahwa semua dikelola dengan baik juga meningkat. Model mutu di sini digunakan untuk mengatur semua kegiatan laboratorium menjadi 12 sistem mutu yang penting. Sistem mutu yang penting ini adalah seperangkat dari kegiatan yang dikordinasikan yang berfungsi seperti balok bangunan untuk manajemen mutu. Masing-masing harus diatasi jika peningkatan kualitas laboratorium secara keseluruhan yang ingin dicapai. Model sistem manajemen dikembangkan oleh CLSI, dan sepenuhnya sesuai dengan standar ISO.

Sistem Manajemen Mutu Laboratorium IPA
1. Organisasi Laboratorium
Laboratorium memiliki struktur organisasi yang setiap anggotanya memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kepala sekolah dalam organisasi laboratorium memiliki tugas dan fungsi sebagai penanggungjawab. Kepala sekolah dan kepala laboratorium memiliki hubungan hierarki dalam struktur organisasi laboratorium. Dalam struktur organisasi laboratorium juga ada teknisi dan laboran yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi dalam laboratorium.
2. Personal
Aspek personal dalam manajemen mutu berkaitan dengan kompetensi dari setiap tenaga yang ada di laboratorium. Kompetensi yang harus dimiliki setiap kepala laboratorium, teknisi, dan laboran mengacu pada standar pemerintah No. 26 Tahun 2008. Adapun kompetensi yang harus dimiliki antara lain:
·         kompetensi kepribadian
·         kompetensi sosial
·         kompetensi manajerial
·         kompetensi administratif
·         kompetensi profesional
3. Equipment
Equipment dimaksud disini adalah peralatan yang ada di laboratorium. Adapun peralatan di laboratorium yaitu tabung reaksi, cawan petri, pipet tetes, pengaduk, gelas ukur, spiritus, dan segala alat yang biasa dipakai dalam praktikum.
4. Information management
Informasi dibedakan berdasarkan sifatnya ada 2 yaitu akuntabilitas dan responsibilitas. Informasi yang bersifat akuntabilitas adalah informasi yang arahnya vertikal (keatas). Informasi yang bersifat akuntabilitas dapat dikatakan administratif. Informasi yang bersifat responsibilitas adalah informasi yang arahnya horizontal (kiri-kanan dan bawah). Informasi yang responsibilitas ini dapat dikatakan bersama. Saat memanajemen informasi yang ada di laboratorium harus bisa membedakan antara informasi yang bisa dibagikan ke publik dengan informasi yang tidak bisa dibagikan ke publik. Sebagai contoh, kita tidak boleh memberitahukan informasi tentang dimana membeli zat-zat kimia yang sifatnya terlarang karena dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan kriminal. Selain itu, kita sebaiknya melaporkan aliran dana yang ada di laboratorium kepada anggota organisasi laboratorium saja.
5. Proses Pengendalian
Proses pengendalian lebih menekankan pada penggunaan bahan yang berbahaya terhadap praktikum terutama limbah. Setiap laboratorium harus memiliki tempat pembuangan limbah hasil praktikum. Sebaiknya limbah dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda sesuai jenis limbahnya agar tidak terjadi kontaminasi ataupun kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan orang-orang yang ada di laboratorium. Terkait penggunaan bahan yang berbahaya dalam praktikum sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih aman bagi keselamatan praktikan akan tetapi fungsinya sama.
6. Purchasing and Inventory
Sebelum membeli barang untuk laboratorium sebaiknya di data dahulu alat dan bahan yang ada di laboratorium. Alat dan bahan yang ada dicek kelayakannya dan jumlahnya. Apabila stok alat atau bahan tinggal sedikit sebaiknya cepat-cepat dibeli atau dipesan sebelum praktikum dilaksanakan agar tidak menghambat keterlaksanaan praktikum. Inventarisasi alat dan bahan harus terus dilakukan dan dicatat sebagai laporan kepada kepala laboratorium. Inventarisasi yang baik dapat menunjang kemajuan laboratorium.
7. Document and Record
Dokumen yang ada di laboratorium meliputi berita acara serta dokumen-dokumen kegiatan yang ada di laboratorium. Perekaman berkaitan dengan alat yang dipakai di laboratorium. Setiap kegiatan di laboratorium harus terdokumentasi dengan baik sebagai pertanggungjawaban dalam mengelola laboratorium.
8. Occurred Management
Manajemen terkait penyimpangan di laboratorium ditekankan pada antisipasi. Keamanan dan keselamatan di laboratorium harus dibuat standar operasional prosedur (SOP).
9. Assesment
Penilaian merupakan target ketercapaian untuk setiap jenis layanan yang ada di laboratorium. Setiap kegiatan yang ada di laboratorium haruslah dievaluasi atau dimonitoring.
10. acility and Safety
Fasilitas yang mendukung keselamatan kerja di laboratorium antara lain: ventilasi, lemari asam, alat pemadam kebakaran, aliran listrik, aliran air, dan sebagainya. Selain itu, gunakanlah baju lab, masker dan sarung tangan saat praktikum guna perlindungan diri dari bahaya zat ataupun alat.
11. Customer service
Kerja customer service adalah piket terhadap kebersihan dan pelayanan yang ada di laboratorium. Sekolah yang laboratoriumnya tidak memiliki customer service bisa meminta siswa untuk membantu saat ada praktikum akan tetapi tidak mengganggu aktivitas belajar siswa tersebut.
12. Process improvement
Proses kemajuan terhadap laboratorium dapat dilakukan dengan cara merefleksi setiap kegiatan yang ada di laboratorium. Refleksi ini sangat penting dilakukan guna kemajuan laboratorium. Tanamkanlah prinsip: Hari ini lebih baik dari hari kemarin

Dari tulisan diatas, ada beberapa pertanyaan yang menurut penulis perlu didiskusikan, diantaranya :
1.  Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
2.  Apakah mutu laboratorium umum sama dengan mutu laboratorium IPA disekolah ?
3.  Sepengetahuan sayamasih banyak sekolah yang belum ada laboratorium apalagi laboran dan teknisi, apakah hal ini akan berdampak pada mutu laboratorium sekolah tersebut? lalu bagaimana cara agar mutunya itu tetap baik walaupun hanya dikelola oleh kepala laboratorium atau guru saja?

Komentar

  1. Menanggapi pertanyaan no. 3.
    Suatu sekolah akan memiliki mutu yg baik apabila memiliki sarana dan prasarana yg mendukung. Salah satunya adalah labor. Jika sekolah tidak memiliki labor maka bisa berdampak rendahnya mutu sekolah secara umum,
    Tp mutu laboratorium menurut sy blm bs dikatakan baik atau buruk krn labor tidak ada.

    Untuk sekolah yg hanya memiliki kepala labor dan tidak memiliki laboran dan teknisi kemungkinan besar kalab tsbt akan kerepotan krn masing masing laboran dan teknisi memiliki tugas yg berbeda.
    Jika kepala Labor nya banyak waktu alias sedikit jam mengajarnya maka bisa saja dia merangkap sebagai laboran dan teknisi asal memiliki pengalaman dan pendidikan yg menunjang, tp tetap saja tidak sesuai standar

    BalasHapus
  2. Menanggapi pertanyaan no. 3.
    Suatu sekolah akan memiliki mutu yg baik apabila memiliki sarana dan prasarana yg mendukung. Salah satunya adalah labor. Jika sekolah tidak memiliki labor maka bisa berdampak rendahnya mutu sekolah secara umum,
    Tp mutu laboratorium menurut sy blm bs dikatakan baik atau buruk krn labor tidak ada.

    Untuk sekolah yg hanya memiliki kepala labor dan tidak memiliki laboran dan teknisi kemungkinan besar kalab tsbt akan kerepotan krn masing masing laboran dan teknisi memiliki tugas yg berbeda.
    Jika kepala Labor nya banyak waktu alias sedikit jam mengajarnya maka bisa saja dia merangkap sebagai laboran dan teknisi asal memiliki pengalaman dan pendidikan yg menunjang, tp tetap saja tidak sesuai standar

    BalasHapus
  3. terima kasih, untuk soal nomor 1 menurut saya hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu laboratorium adalah;
    1. penataan alat-alat laboratoium dengan baik
    2. pembukuan yang sesuai standar laboratorium
    3. pelatihan terhadap pengelola laboratorium
    4. penyesuaian alat laboratorium penunjang kegiatan belajar.

    BalasHapus
  4. Menanggapi pertanyaan nomor tiga yaitu meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah melalui Organisasi laboratorium yang baik akan dapat membantu kelancaran kegiatan laboratorium. Hal ini sehubungan dengan tugas organisasi tersebut yakni mengelola laboratorium, menjaga disiplin laboratorium, mengadakan dan memelihara alat dan bahan serta menjaga keselamatan laboratorium.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menangapi pertanyaan no 3.
    Sepengetahuan sayamasih banyak sekolah yang belum ada laboratorium apalagi laboran dan teknisi, apakah hal ini akan berdampak pada mutu laboratorium sekolah tersebut? lalu bagaimana cara agar mutunya itu tetap baik walaupun hanya dikelola oleh kepala laboratorium atau guru saja?
    Sekolah yang baik itu harus lengkap sarana dan prasarana nya setidaknya punya 1 lboratorium untuk pratikum.bagaimana mutu laboratorium akan baik jika laboratorium saja tidak ada.
    Kalau bagi saya susah untuk 1 org menjalan kan suatu labor karena di dalam laboratium itu harus ada struktur organisasi yg terdiri dari beberapa orang yg saling membantu dan bekerja untuk mengelola labor secara bersama.jadi bisa meningkatkan mutu laboratorium.
    Terima kasih

    BalasHapus
  6. Assalmualaikum wr.wb, terima kasih atas ulasan yang telah saudari Ranti berikan. Saya akan menanggapi soal no 1 yaitu " Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?"
    Menurut saya untuk meningkatkan kualitas laboratorium IPA hendaknya perlu adanya optimalisasi pengelolaan laboratorium yang baik yang dilakukan oleh personil-personil yang terlibat seperti kepala sekolah, guru IPA, laboran dan dibantu siswa. Pengelolaan laboratorium dilakukan seperti pelaksanaan dalam peng-administrasian, perawatan, pengamanan, perencanaan untuk pengembangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuannya. Dalam melaksanakannya selalu berorientasi kepada faktor-faktor keselamatan yang terlibat dalam laboratorium dan lingkungannya. Jika pengelolaan dapat berjalan dengan baik maka kualitas dan mutu laboratorium IPA di sekolah pun juga akan meningkat. Terima Kasih

    BalasHapus
  7. Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3 yaitu Menurut saya itu berdampak kurang baik bagi mutu laboratorium sekolah dibandingkan jika dipegang oleh kepala laboratorium dan laboran. Agar mutunya tetap baik guru mata pelajaran yang bersangkutan harus memiliki pengetahuan lebih cara mengelola labor dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan khusus.

    BalasHapus
  8. menanggapi pertanyaan No 3, Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
    yang perlu kita lakukan guna meningkatkan kualitas laboratorium IPA yaitu dengan cara meningkatkan sistem manajemen Mutu Laboratorium IPA yang dimana sistem manejemen itu bisa dilihat pada artikel diatas .

    BalasHapus
  9. artikel yang menarik...
    saya akan menanggapi pertanyaan sdri.Ranti mengenai "Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?"
    menurut saya, untuk meningkatkan kualitas lab ipa adalah hal pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan keterampilan para personel di Lab dari Kepala Lab, laboran dan tekhnisi, hal ini bisa didapat melalui mengikuti workshop/pelatihan tentang Lab. setelah itu, meningkatkan dan melengkapi sarana dan prasarana yang ada di Lab mulai dari alat dan bahan di lab hingga kondisi lab itu sendiri.

    terima kasih.

    BalasHapus



  10. Menanggapi soal no 1.
    Untuk meningkatkan kualitas lab ipa, yaitu dengan adanya manajemen lab yang baik dan sesuai

    BalasHapus
  11. Menanggapi pertanyaan nomor 2. sepengetahuan saya berbeda, sesuai kebutuhan dan tujuan laboratorium tersebut dibangun. Secara umum laboratorium IPA di Sekolah semestinya sudah memiliki:
    1) Meja. Meja ada beberapa macam, yaitu meja kerja untuk peserta didik meja, kerja untuk guru, meja demonstrasi dan meja dinding.
    2) Lemari. Berdasarkan wujud dan kegunaannya maka kebutuhan lemari suatu laboratorium adalah sebagai berikut: (a) Lemari biasa (lemari kaca), (b) Lemari gantung, dan (c) Lemari di bawah meja dinding
    3) Rak
    4) Bakcuci pada meja
    5) Listrik (stop kontak pada setiap meja praktikan)
    6) Pemanas (gas atau pembakar spiritus)
    Terima kasih

    BalasHapus
  12. menggapi pertanyaan nomor 1 banyak sekolah yang belum ada laboratorium apalagi laboran dan teknisi, apakah hal ini akan berdampak pada mutu laboratorium sekolah tersebut? lalu bagaimana cara agar mutunya itu tetap baik walaupun hanya dikelola oleh kepala laboratorium atau guru saja? setahu saya sekarang ini jika disuatu sekolah hanya ada kepala lab atau guru saja maka guru dan kepala akan diberikan pelatihan untuk mendapatkan ilmu ataupun keterampilan untuk mendapatkan sertifikat settara teknisi labor agar mutu dari laboratorium tetap terjaga dan praktikum yang dilakukan tetap berjalan dengan lancar

    BalasHapus
  13. Menanggapi pertanyaan no 1
    untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah dibutuhkan suatu sistem tata kelola atau manajemen yang sangat kuat, yang mencerminkan kualitas atau mutu proses/kegiatan laboratorium, dengan senantiasa memperhatikan kepuasan pebelajar/siswa.

    BalasHapus
  14. Menurut pendapat saya, Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
    yaitu dengan cara meningkat sistem pengelolaan laboratorium disekolah yang dapat diartikan sebagai pelaksanaan dalam peng-administrasian, perawatan, pengamanan, perencanaan untuk pengembangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuannya. dengan cara itulah kualitas laboratorium IPA disekolah bisa meningkat.

    BalasHapus
  15. Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
    untuk meningkatkan kualitas suatu laboratorium maka perlu adanya pengelolaan labor yang baik ,sistem menejemen suatu laboratorium , mengakrditasikan,. selalu melakukan evaluasi dan perbaikan.

    BalasHapus
  16. Menanggapi pertanyaan no.2
    Menurut saya berbeda karena dari struktur, alat dan bahan setiap laboratorium berbeda disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing laboratorium.

    BalasHapus
  17. Menurut pendapat saya mutu laboratorium umum berbeda dengan mutu laboratorium IPA disekolah karena memiliki kebutuhan yang berbeda dalam praktikum

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH Tenaga laboratorium sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kegiatan laboratorium. Sebagaimana tenaga kependidikan lainnya, tenaga laboratorium sekolah juga merupakan tenaga fungsional. Oleh karena itu diperlukan adanya kualifikasi, standar kompetensi dan sertifikasi. Tugas tambahan yang bisa dikonversikan ke dalam jam tatap muka pelajaran adalah Kepala  Sekolah (18 jam), wakil kepala sekolah (12 jam), Kepala Laboratorium (12 jam) dan Kepala perpustakaan (12).  Pada tulisan ini akan diulas sedikit tentang Tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bagaimana seharusnya pihak sekolah memberikan tugas tambahan sebagai kepala laboratorium yang sesuai dengan aturan. Kenyataan di lapangan terkadang sekolah menentukan tugas tambahan lebih menitikberatkan tujuan pemenuhan kekurangan ja...