SISTEM MANAJEMEN MUTU LABORatorium IPA
Semakin pesatnya perkembangan
teknologi, informasi dan komunikasi pada akhir 1970-an membawa dampak yang
sangat besar terhadap tatanan hidup manusia. Perubahan yang sangat cepat
tersebut membawa dampak di segala bidang dan di segala tatanan hidup manusia
dan mengakibatkan interaksi antar manusia tak mengenal batas karenan begitu pesatnya
perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut akhirnya
menimbulkan persaingan yang sangat ketat di pasar dalam negeri maupun pasar
internasional.
Meningkatnya persaingan ini akhirnya
membawa pengaruh terhadap penetapan standard mutu bagi barang dan jasa. Salah
satunya standard mutu laboratorium (ISO 17025:2005). Tuntutan
informasi teknis dari setiap produk yang akan diperdagangkan menuntut
sebuah laboratorium yang melakukan pengujian agar untuk meningkatkan kompetensi
dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah dan valid.
Audit dan sertifikasi ISO 17025:2005
pada dasarnya sama dengan ISO 9001:2000 tetapi pada ISO 9001:2000 tidak
mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil
uji atau kalibrasi yang absah dan dapat dipercaya. Untuk meyakinkan
bahwa laboratorium tersebut mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan
data yang akurat dan handal, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu
laboratorium (ISO 17025:2005). Fokus dari sistem ini adalah dengan
memperhatikan persyaratan kemampuan laboratorium dalam OECD
(Organization for Economic Cooperation Development) dan GLP (Good Laboratorium
Practice) serta ISO 9001:2000 sebagai jaminan mutunya.
Faktor teknis yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Sumber
daya manusia yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman
2. Kalibrasi
dan perawatan peralatan laboratorium yang tepat
3. Sistem
jaminan mutu yang sesuai
4. Teknik
pengambilan contoh uji dan metode pengujian yang telah divalidasi
5. Mampu
telusur pengukuran dan system kalibrasi ke standard nasional /
internasional
6. Sistem
dokumentasi dan pelaporan data hasil pengujian
7. Sarana
dan lingkungan kerja pengujian
Keuntungan dari penerapan sistem manajemen mutu ISO 17025:2005 adalah :
1. Meningkatkan
kemampuan dan kepercayaan pada laboratorium kalibrasi dan laboratorium
pengujian melalui penerapan persyaratan yang berlaku
2. Memudahkan
penghapusan hambatan non-pajak perdagangan melalui penerimaan hasil
kalibrasi dan hasil uji antar negara
3. Memudahkan
kerjasama antar laboratorium dan antar instansi dalam tukar menukar
informasi, pengalaman dan harmonisasi standard dan prosedurnya
Laboratorium IPA di sekolah merupakan salah satu
wahana belajar bagi siswa. Untuk menghasilkan proses belajar yang berkualitas,
laboratorium perlu dilengkapi dengan sarana prasara yang menunjang paling tidak
sesuai dengan standar sarana laboratorium. Untuk itu, fungsi laboratorium IPA
sebagai wadah untuk melakukan praktik atau penerapan atas teori, penelitian,
dan pengembangan keilmuan IPA, dan untuk mutunya pun harus memiliki standar
tersendiri.
Pengertian Mutu laboratorium IPA
Kualitas/mutu dapat didefinisikan sebagai suatu
ketelitian, kehandalan, dan ketepatan waktu dalam melaporkan hasil tes. Hasil
tes laboratorium harus seakurat mungkin, semua aspek yang menyangkut
pengoperasian laboratorium harus diakui, dan pelaporannya harus tepat waktu
karena banyak digunakan dalam lingkungan kesehatan publik dan klinis
Sistem manajemen mutu dapat didefinisikan sebagai
"kegiatan yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan
organisasi dengan memperhatikan mutu". Definisi ini digunakan oleh
Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) dan oleh Klinis dan Institut
Standar Laboratorium (CLSI). Kedua kelompok ini diakui secara Internasional
oleh organisasi standar laboratorium
Model mutu di sini digunakan untuk mengatur semua
kegiatan laboratorium menjadi 12 sistem mutu yang penting. Sistem mutu yang
penting ini adalah seperangkat dari kegiatan yang dikordinasikan yang berfungsi
seperti balok bangunan untuk manajemen mutu. Masing-masing harus diatasi jika
peningkatan kualitas laboratorium secara keseluruhan yang ingin dicapai. Model
sistem manajemen dikembangkan oleh CLSI, dan sepenuhnya sesuai dengan standar
ISO
ISO 9000 mendefenisikan manajemen mutu sebagai “
kegiatan yang terkoordinasi atau teratur untuk mengarahkan dan mengendalikan
organisasi dalam hal mutu “. Hal ini erat kaitannya dengan defenisi dari system
struktur organisasi, sumber daya yang berkualitas, proses dan prosedur yang
diperlukan untuk menerapkan manajemen mutu. Konsep manajemen mutu yang
diguanakan pada saat ini pertama kali muncul pada awal abad ke-20 dan merupakan
hasil dari proses manufaktur dan toko
IPA sedikitnya mencakup empat kegiatan utama, yakni
(1) melaksanakan eksperimen, (2) kerja laboratorium, (3) praktikum, dan (4)
pelaksanaan didaktik pendidikan IPA. Eksperimen dilakukan
di laboratorium guna menemukan bukti empirik untuk menguji dan memverifikasi
hipotesis, melalui kegiatan pengukuran dan pengamatan. Kerja laboratorium merupakan aktifitas dengan menggunakan fasilitas
laboratorium untuk melakukan kegiatan berkesinambungan, melakukan kendali mutu,
uji-coba, ekshibisi (pameran) proses IPA, dan kegiatan lain yang sejenis. Praktikum di sekolah umumnya bersifat verifikatif sebagai
kegiatan belajar bagi siswa dengan mengikuti langkah-langkah atau penuntut
praktikum yang telah disusun guru. Praktikum di sekolah dikembangkan lebih pada
kegiatan inkuiri dan berkaitan erat dengan pelaksanaan didaktik pendidikan IPA.
Di samping itu, laboratorium IPA hendaknya memiliki
fasilitas keamanan standar, seperti alat pemadam kebakaran (handfire), blower,
tempat sampah (organik dan anorganik), ruang asam (fume hood), shower. Lebih
baik apabila terdapat detektor asap (smoke detector),
detektor api (heat
detector), dan keran pencuci mata (eye wash). Selain itu, perlu tersedianya peralatan P3K sebagai
antisipasi pertolongan pertama pada kecelakaan
Peralatan dan bahan di laboratorium IPA harus memenuhi
standar minimal sarana laboratorium IPA. Selain peralatan dan bahan yang
karakteristik untuk setiap laboratorium IPA, sarana kelengkapan umum yang harus
tersedia di laboratorium adalah meja dan kursi siswa, meja dan kursi guru, meja
demonstrasi, wastafel, lemari alat dan bahan, papan tulis, serta peralatan
spesifik (seperti jam dinding, termometer dinding, barometer dinding, komputer,
jaringan internet, telpon, layar, dan proyektor). Selain itu peralatan yang
penting ada pada laboratorium adalah peralatan perlindungan diri (APD). Secara
umum APD yang harus ada pada laboratorium IPA, diantaranya sarung tangan, google, masker, dan jaslab.
Personil laboratorium IPA harus memiliki kompetensi
sesuai dengan kebutuhan. Selain kepala laboratorium yang bertanggungjawab
terhadap semua kegiatan di laboratorium, personil di laboratorium, antara lain
koordinator praktikum, guru praktikum, teknisi, dan laboran. Koordinator
praktikum bertugas untuk mengkoordinasi kegiatan praktikum di laboratorium.
Guru praktikum merupakan ujung tombak kegiatan praktikum di laboratorium,
sedangkan teknisi dan laboran berperan sebagai layanan sebelum, selama, dan
sesudah praktikum. Di laboratorium IPA sekolah yang bertanggungjawab terhadap
kebersihan dan keamanan laboratorium selama bekerja di laboratorium adalah
semua warga laboratorium. Dengan demikian, semua personil termasuk guru praktikum,
laboran, dan siswa memiliki kewajiban dalam memelihara kebersihan dan keamanan
laboratorium.
Sekecil apapun unit kerja, haruslah memiliki struktur
organisasi yang jelas agar dengan mudah mengarahkan pekerjaan. Berdasarkan
hirarki tanggung jawab, struktur organisasi laboratorium IPA sekolah dapat
dikembangkan dalam tiga tingkatan, yakni tingkat puncak, menengah, dan garis
depan. Manajemen puncak bertanggung jawab atas perencanaan, penerapan,
monitoring, dan evaluasi sistem menajemen mutu yang efektif. Manajemen tingkat
menengah umumnya mencakup unit fungsional, bertanggung jawab pada operasional
atau teknis kegiatan laboratorium, fungsi pengawasan mutu, dan fungsi
administratif. Manajemen garis depan adalah personil yang berhubungan langsung
dengan pengguna laboratorium (siswa) yang meliputi guru praktikum, teknisi, dan
laboran.
Sistem
manajemen mutu untuk semua proses
Kompleksitas dari sistem laboratorium mensyaratkan
bahwa banyak faktor yang harus diterapkan untuk menjamin mutu di laboratorium.
Beberapa faktor tersebut antara lain :
·
lingkungan
laboratorium
·
prosedur pengendalian
mutu
·
komunikasi
·
pencatatan
·
kecakapan dan staf
yang berpengalaman
·
alat dan bahan yang
berkualitas.
Sekilas
tentang model sistem manajemen mutu
Ketika semua prosedur laboratorium dan proses tersebut
akan disusun dalam struktur yang dapat dimengerti dan diterapkan, kesempatan
untuk memastikan bahwa semua dikelola dengan baik juga meningkat. Model mutu di
sini digunakan untuk mengatur semua kegiatan laboratorium menjadi 12 sistem
mutu yang penting. Sistem mutu yang penting ini adalah seperangkat dari
kegiatan yang dikordinasikan yang berfungsi seperti balok bangunan untuk
manajemen mutu. Masing-masing harus diatasi jika peningkatan kualitas
laboratorium secara keseluruhan yang ingin dicapai. Model sistem manajemen
dikembangkan oleh CLSI, dan sepenuhnya sesuai dengan standar ISO.
Sistem
Manajemen Mutu Laboratorium IPA
1. Organisasi Laboratorium
Laboratorium memiliki struktur organisasi yang setiap
anggotanya memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kepala sekolah dalam
organisasi laboratorium memiliki tugas dan fungsi sebagai penanggungjawab.
Kepala sekolah dan kepala laboratorium memiliki hubungan hierarki dalam
struktur organisasi laboratorium. Dalam struktur organisasi laboratorium juga
ada teknisi dan laboran yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi
dalam laboratorium.
2. Personal
Aspek personal dalam manajemen mutu berkaitan dengan
kompetensi dari setiap tenaga yang ada di laboratorium. Kompetensi yang harus
dimiliki setiap kepala laboratorium, teknisi, dan laboran mengacu pada standar
pemerintah No. 26 Tahun 2008. Adapun kompetensi yang harus dimiliki antara
lain:
·
kompetensi
kepribadian
·
kompetensi sosial
·
kompetensi manajerial
·
kompetensi
administratif
·
kompetensi
profesional
3. Equipment
Equipment dimaksud disini adalah peralatan yang ada di
laboratorium. Adapun peralatan di laboratorium yaitu tabung reaksi, cawan
petri, pipet tetes, pengaduk, gelas ukur, spiritus, dan segala alat yang biasa
dipakai dalam praktikum.
4. Information management
Informasi dibedakan berdasarkan sifatnya ada 2 yaitu
akuntabilitas dan responsibilitas. Informasi yang bersifat akuntabilitas adalah
informasi yang arahnya vertikal (keatas). Informasi yang bersifat akuntabilitas
dapat dikatakan administratif. Informasi yang bersifat responsibilitas adalah
informasi yang arahnya horizontal (kiri-kanan dan bawah). Informasi yang responsibilitas
ini dapat dikatakan bersama. Saat memanajemen informasi yang ada di
laboratorium harus bisa membedakan antara informasi yang bisa dibagikan ke
publik dengan informasi yang tidak bisa dibagikan ke publik. Sebagai contoh,
kita tidak boleh memberitahukan informasi tentang dimana membeli zat-zat kimia
yang sifatnya terlarang karena dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu
untuk kepentingan kriminal. Selain itu, kita sebaiknya melaporkan aliran dana
yang ada di laboratorium kepada anggota organisasi laboratorium saja.
5. Proses Pengendalian
Proses pengendalian lebih menekankan pada penggunaan
bahan yang berbahaya terhadap praktikum terutama limbah. Setiap laboratorium
harus memiliki tempat pembuangan limbah hasil praktikum. Sebaiknya limbah dibuang
di tempat sampah yang berbeda-beda sesuai jenis limbahnya agar tidak terjadi
kontaminasi ataupun kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan orang-orang
yang ada di laboratorium. Terkait penggunaan bahan yang berbahaya dalam
praktikum sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih aman bagi keselamatan
praktikan akan tetapi fungsinya sama.
6. Purchasing and Inventory
Sebelum membeli barang untuk laboratorium sebaiknya di
data dahulu alat dan bahan yang ada di laboratorium. Alat dan bahan yang ada
dicek kelayakannya dan jumlahnya. Apabila stok alat atau bahan tinggal sedikit
sebaiknya cepat-cepat dibeli atau dipesan sebelum praktikum dilaksanakan agar
tidak menghambat keterlaksanaan praktikum. Inventarisasi alat dan bahan harus
terus dilakukan dan dicatat sebagai laporan kepada kepala laboratorium.
Inventarisasi yang baik dapat menunjang kemajuan laboratorium.
7. Document and Record
Dokumen yang ada di laboratorium meliputi berita acara
serta dokumen-dokumen kegiatan yang ada di laboratorium. Perekaman berkaitan
dengan alat yang dipakai di laboratorium. Setiap kegiatan di laboratorium harus
terdokumentasi dengan baik sebagai pertanggungjawaban dalam mengelola
laboratorium.
8. Occurred Management
Manajemen terkait penyimpangan di laboratorium
ditekankan pada antisipasi. Keamanan dan keselamatan di laboratorium harus
dibuat standar operasional prosedur (SOP).
9. Assesment
Penilaian merupakan target ketercapaian untuk setiap
jenis layanan yang ada di laboratorium. Setiap kegiatan yang ada di
laboratorium haruslah dievaluasi atau dimonitoring.
10. acility and Safety
Fasilitas yang mendukung keselamatan kerja di
laboratorium antara lain: ventilasi, lemari asam, alat pemadam kebakaran,
aliran listrik, aliran air, dan sebagainya. Selain itu, gunakanlah baju lab,
masker dan sarung tangan saat praktikum guna perlindungan diri dari bahaya zat
ataupun alat.
11. Customer service
Kerja customer service adalah piket terhadap
kebersihan dan pelayanan yang ada di laboratorium. Sekolah yang laboratoriumnya
tidak memiliki customer service bisa meminta siswa untuk membantu saat ada
praktikum akan tetapi tidak mengganggu aktivitas belajar siswa tersebut.
12. Process improvement
Proses kemajuan terhadap laboratorium dapat dilakukan
dengan cara merefleksi setiap kegiatan yang ada di laboratorium. Refleksi ini
sangat penting dilakukan guna kemajuan laboratorium. Tanamkanlah prinsip: Hari
ini lebih baik dari hari kemarin
Dari tulisan diatas, ada beberapa
pertanyaan yang menurut penulis perlu didiskusikan, diantaranya :
1. Apa yang perlu kita lakukan
untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
2. Apakah mutu
laboratorium umum sama dengan mutu laboratorium IPA disekolah ?
3. Sepengetahuan sayamasih banyak sekolah yang belum ada
laboratorium apalagi laboran dan teknisi, apakah hal ini akan berdampak pada
mutu laboratorium sekolah tersebut? lalu bagaimana cara agar mutunya itu tetap
baik walaupun hanya dikelola oleh kepala laboratorium atau guru saja?
Menanggapi pertanyaan no. 3.
BalasHapusSuatu sekolah akan memiliki mutu yg baik apabila memiliki sarana dan prasarana yg mendukung. Salah satunya adalah labor. Jika sekolah tidak memiliki labor maka bisa berdampak rendahnya mutu sekolah secara umum,
Tp mutu laboratorium menurut sy blm bs dikatakan baik atau buruk krn labor tidak ada.
Untuk sekolah yg hanya memiliki kepala labor dan tidak memiliki laboran dan teknisi kemungkinan besar kalab tsbt akan kerepotan krn masing masing laboran dan teknisi memiliki tugas yg berbeda.
Jika kepala Labor nya banyak waktu alias sedikit jam mengajarnya maka bisa saja dia merangkap sebagai laboran dan teknisi asal memiliki pengalaman dan pendidikan yg menunjang, tp tetap saja tidak sesuai standar
Menanggapi pertanyaan no. 3.
BalasHapusSuatu sekolah akan memiliki mutu yg baik apabila memiliki sarana dan prasarana yg mendukung. Salah satunya adalah labor. Jika sekolah tidak memiliki labor maka bisa berdampak rendahnya mutu sekolah secara umum,
Tp mutu laboratorium menurut sy blm bs dikatakan baik atau buruk krn labor tidak ada.
Untuk sekolah yg hanya memiliki kepala labor dan tidak memiliki laboran dan teknisi kemungkinan besar kalab tsbt akan kerepotan krn masing masing laboran dan teknisi memiliki tugas yg berbeda.
Jika kepala Labor nya banyak waktu alias sedikit jam mengajarnya maka bisa saja dia merangkap sebagai laboran dan teknisi asal memiliki pengalaman dan pendidikan yg menunjang, tp tetap saja tidak sesuai standar
terima kasih, untuk soal nomor 1 menurut saya hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu laboratorium adalah;
BalasHapus1. penataan alat-alat laboratoium dengan baik
2. pembukuan yang sesuai standar laboratorium
3. pelatihan terhadap pengelola laboratorium
4. penyesuaian alat laboratorium penunjang kegiatan belajar.
Menanggapi pertanyaan nomor tiga yaitu meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah melalui Organisasi laboratorium yang baik akan dapat membantu kelancaran kegiatan laboratorium. Hal ini sehubungan dengan tugas organisasi tersebut yakni mengelola laboratorium, menjaga disiplin laboratorium, mengadakan dan memelihara alat dan bahan serta menjaga keselamatan laboratorium.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menangapi pertanyaan no 3.
Sepengetahuan sayamasih banyak sekolah yang belum ada laboratorium apalagi laboran dan teknisi, apakah hal ini akan berdampak pada mutu laboratorium sekolah tersebut? lalu bagaimana cara agar mutunya itu tetap baik walaupun hanya dikelola oleh kepala laboratorium atau guru saja?
Sekolah yang baik itu harus lengkap sarana dan prasarana nya setidaknya punya 1 lboratorium untuk pratikum.bagaimana mutu laboratorium akan baik jika laboratorium saja tidak ada.
Kalau bagi saya susah untuk 1 org menjalan kan suatu labor karena di dalam laboratium itu harus ada struktur organisasi yg terdiri dari beberapa orang yg saling membantu dan bekerja untuk mengelola labor secara bersama.jadi bisa meningkatkan mutu laboratorium.
Terima kasih
Assalmualaikum wr.wb, terima kasih atas ulasan yang telah saudari Ranti berikan. Saya akan menanggapi soal no 1 yaitu " Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?"
BalasHapusMenurut saya untuk meningkatkan kualitas laboratorium IPA hendaknya perlu adanya optimalisasi pengelolaan laboratorium yang baik yang dilakukan oleh personil-personil yang terlibat seperti kepala sekolah, guru IPA, laboran dan dibantu siswa. Pengelolaan laboratorium dilakukan seperti pelaksanaan dalam peng-administrasian, perawatan, pengamanan, perencanaan untuk pengembangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuannya. Dalam melaksanakannya selalu berorientasi kepada faktor-faktor keselamatan yang terlibat dalam laboratorium dan lingkungannya. Jika pengelolaan dapat berjalan dengan baik maka kualitas dan mutu laboratorium IPA di sekolah pun juga akan meningkat. Terima Kasih
Saya akan menjawab pertanyaan nomor 3 yaitu Menurut saya itu berdampak kurang baik bagi mutu laboratorium sekolah dibandingkan jika dipegang oleh kepala laboratorium dan laboran. Agar mutunya tetap baik guru mata pelajaran yang bersangkutan harus memiliki pengetahuan lebih cara mengelola labor dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan khusus.
BalasHapusmenanggapi pertanyaan No 3, Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
BalasHapusyang perlu kita lakukan guna meningkatkan kualitas laboratorium IPA yaitu dengan cara meningkatkan sistem manajemen Mutu Laboratorium IPA yang dimana sistem manejemen itu bisa dilihat pada artikel diatas .
artikel yang menarik...
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan sdri.Ranti mengenai "Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?"
menurut saya, untuk meningkatkan kualitas lab ipa adalah hal pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan keterampilan para personel di Lab dari Kepala Lab, laboran dan tekhnisi, hal ini bisa didapat melalui mengikuti workshop/pelatihan tentang Lab. setelah itu, meningkatkan dan melengkapi sarana dan prasarana yang ada di Lab mulai dari alat dan bahan di lab hingga kondisi lab itu sendiri.
terima kasih.
BalasHapusMenanggapi soal no 1.
Untuk meningkatkan kualitas lab ipa, yaitu dengan adanya manajemen lab yang baik dan sesuai
Menanggapi pertanyaan nomor 2. sepengetahuan saya berbeda, sesuai kebutuhan dan tujuan laboratorium tersebut dibangun. Secara umum laboratorium IPA di Sekolah semestinya sudah memiliki:
BalasHapus1) Meja. Meja ada beberapa macam, yaitu meja kerja untuk peserta didik meja, kerja untuk guru, meja demonstrasi dan meja dinding.
2) Lemari. Berdasarkan wujud dan kegunaannya maka kebutuhan lemari suatu laboratorium adalah sebagai berikut: (a) Lemari biasa (lemari kaca), (b) Lemari gantung, dan (c) Lemari di bawah meja dinding
3) Rak
4) Bakcuci pada meja
5) Listrik (stop kontak pada setiap meja praktikan)
6) Pemanas (gas atau pembakar spiritus)
Terima kasih
menggapi pertanyaan nomor 1 banyak sekolah yang belum ada laboratorium apalagi laboran dan teknisi, apakah hal ini akan berdampak pada mutu laboratorium sekolah tersebut? lalu bagaimana cara agar mutunya itu tetap baik walaupun hanya dikelola oleh kepala laboratorium atau guru saja? setahu saya sekarang ini jika disuatu sekolah hanya ada kepala lab atau guru saja maka guru dan kepala akan diberikan pelatihan untuk mendapatkan ilmu ataupun keterampilan untuk mendapatkan sertifikat settara teknisi labor agar mutu dari laboratorium tetap terjaga dan praktikum yang dilakukan tetap berjalan dengan lancar
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no 1
BalasHapusuntuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah dibutuhkan suatu sistem tata kelola atau manajemen yang sangat kuat, yang mencerminkan kualitas atau mutu proses/kegiatan laboratorium, dengan senantiasa memperhatikan kepuasan pebelajar/siswa.
Menurut pendapat saya, Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
BalasHapusyaitu dengan cara meningkat sistem pengelolaan laboratorium disekolah yang dapat diartikan sebagai pelaksanaan dalam peng-administrasian, perawatan, pengamanan, perencanaan untuk pengembangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuannya. dengan cara itulah kualitas laboratorium IPA disekolah bisa meningkat.
Apa yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Laboratorium IPA di Sekolah?
BalasHapusuntuk meningkatkan kualitas suatu laboratorium maka perlu adanya pengelolaan labor yang baik ,sistem menejemen suatu laboratorium , mengakrditasikan,. selalu melakukan evaluasi dan perbaikan.
Menanggapi pertanyaan no.2
BalasHapusMenurut saya berbeda karena dari struktur, alat dan bahan setiap laboratorium berbeda disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing laboratorium.
Menurut pendapat saya mutu laboratorium umum berbeda dengan mutu laboratorium IPA disekolah karena memiliki kebutuhan yang berbeda dalam praktikum
BalasHapus